Refleksi Film Lean On Me
Film Lean On Me menceritakan tentang kisah seorang kepala sekolah berkulit hitam yang mendedikasikan dirinya di Eastside High School yang bernama Joe Clark. Eastside High School saat itu merupakan sekolah swasta yang bergengsi. Namun karena adanya pergantian manajemen sekolah tersebut berganti menjadi sekolah terburuk di Amerika dan lebih mirip seperti sarang berandalan.
Seleksi dan Pembersihan
Guru mengkondisikan siswa yang bermasalah untuk naik ke atas podium. Joe Clark datang memasuki hall dan berjalan menuju podium. Ia mengambil mic dan mulai berbicara mengenalkan diri. Ia juga menjelaskan alasan mengapa ada 300 murid dipanggil untuk naik ke podium. Di antaranya karena murid-murid tersebut terkena kasus narkoba dan troublemaker di Eastside. Setelah menjelaskan alasan tersebut, Joe Clark mengeluarkan 300 murid tersebut. Kegaduhan pun terjadi di atas podium, namun staf keamanan sekolah dengan sigap merapikannya. Semua siswa yang bermasalah dikeluarkan dan hanya tersisa siswa yang masih bisa dididik dan mungkin berubah. Suasana di dalam ruangan terasa lebih tenang dan kondusif setelah kejadian luar biasa tersebut. Ini adalah pemilihan diantara siswa yang sangat sulit dirubah dalam waktu dekat dengan siswa yang bisa berubah dalam waktu dekat. Juga menunjukkan kepada semua warga sekolah bahwa kepala sekolah mempunyai power penuh terhadap semua keputusan yang diambil.
Joe Clark mengatasi para preman, pengedar narkoba dari luar lingkungan sekolah yang bisa masuk sekolah. Kepala Sekolah mengkondisikan warga sekolah bahwa seluruh pintu sekolah harus dijaga ketat, jika perlu di rantai gembok. Ini adalah pembersihan lingkungan luar sekolah terhadap lingkungan dalam sekolah.
Mengajar dan mendidik
Kebijkan baru
Joe Clark sebagai kepala sekolah menerapkan sistem baru yang tidak pernah dilakukan di pendidikan sebelumnya, yaitu drilling tambahan pelajaran di hari sabtu untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran.
Keputusan tersebut memunculkan pro dan kontra. Salah satu pihak yang kontra adalah kepolisian. Keputusan Joe Clark dianggap menyalahi aturan, khususunya kode etik emergency situation. Apa yang dilakukan oleh Joe Clark dianggap bisa mempersulit petugas pemadam kebakaran untuk masuk ke Eastside. Joe Clark beserta beberapa guru menjelaskan kepada kepala kepolisian. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi anak didiknya dari preman-preman pengedar narkoba masuk ke sekolah mereka. Pihak kepolisian tidak terima, namun Joe Clark tak mau mendengar perdebatan mereka akhirnya pergi masuk gedung sekolah.
Kepala sekolah menertibkan warga sekolah dengan aturan yang keras, dengan cara Lead by example dan sangat otoriter terhadap keputusan dan tindakannya. Guru, siswa komite dan orang tua siswa ditertibkan dengan aturan-aturan ketat dan otoriter yang mana memang diperlukan di saat situasi sangat genting. Disini kepala sekolah telah mendidik seluruh warga sekolah untuk sangat bersungguh-sungguh dengan pendidikan dengan cara all out, tidak abai dengan hal-hal penting, dan fokus terhadap perbaikan dalam situasi genting.
Pro dan kontra maupun ketegasan akan mendidik semuanya
ReplyDeleteSemoga semakin hari bisa menjadi pendidik yg baik
ReplyDeleteCepat ambil keputusan, tegas, konsisten, dan mendidik.
ReplyDeletePak joe guru yang menginspirasi.