Refleksi Freedom Writer
Freedom Writer adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata seorang guru bernama Erin Gruwell. Guru tersebut adalah guru baru yang dipercayai untuk mengajar kelas 203 dengan siswa yang bermasalah terhadap rasis serta berkelompok menjadi gang berdasarkan warna kulit.
Pertama kali masuk dalam kelas, erin tidak diterima dengan baik oleh siswa, petugas perpustakaan dan teman sejawatnya. Kemudian Erin dengan sepenuh hati mencari cara agar dia dapat diterima di dalam kelas oleh siswanya. Berawal dari pelajaran tentang sejarah Nazi, Erin menggali dan menyadarkan siswa tentang latar belakang para siswa. Para siswa tersebut mempunyai masalah yang sama, yaitu korban perseteruan antar geng ras yang menimbulkan korban, dimana korbannya adalah kerabat mereka sendiri.
Erin menyadarkan bahwa sebenarnya mereka adalah sama, mereka adalah korban dari rasisme. Erin meyakinkan bahwa korban dari pertikaian ras hanya akan membusuk yang hanya meninggalkan kekerasan dan kebencian. Erin mengajak mereka mengidentifikasi masalah mereka dengan menulis buku harian. Dengan begitu mereka dapat memahami diri merka sendiri, dengan buku tersebut Erin juga dapat memahami siapa dan apa latar belakang siswa secara mendalam.
Erin mengajak mereka ke museum. Disana mereka melihat film dan dokumentasi tentang peperangan. Di sini, siswa mulai sadar bahwa gengster tidak memberikan apa-apa selain kebencian dan kematian. Erin pun mengajak siswa untuk bertemu dengan narasumber dari perang Nazi. Mereka merasa memiliki latarbelakang yang sama dan benar-benar tersadar.
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mempunyai tujuan hidup yang lebih baik. Para siswa akhirnya berdamai dengan diri mereka masing-masing dan berdamai terhadap masalah rasisme yang mereka alami. Para siswa saling menerima satu sama lain dan akhirnya mereka menjadi pribadi yang dewasa, mau menerima perbedaan dan melupakan masa lalu. Para siswa membuka lembaran baru dan mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Pada akhir cerita, para siswa menulis diary yang dikumpulkan menjadi sebuah buku berjudul Freedom Writer diary yang menginspirasi banyak orang untuk berubah. Para siswa kini menjadi tauladan dan agen perubahan dimulai dari diri mereka sendiri dan ditularkan kepada orang lain.
Beberapa kontribusi Erin sebagai seorang guru terhadap pendidikan di kelas 203:
1. Guru sebagai inspirator
2. Guru sebagai korektor
3. Guru sebagai mediator
4. Guru sebagai fasilitator
5. Guru sebagai motivator
6. Guru sebagai demonstrator
Berdamai, menerima dan mendewasa bersama😊
ReplyDeleteGuru juga bisa menjadi teman yg baik untuk anak anak
ReplyDeleteSangat luarbiasa, bu erin contoh guru yang luarbiasa, dengan metode yang tepat dapat menyelesaikan persoalan dan juga disayangi oleh seluruh siswa
ReplyDelete