Jalan-jalan inspiratif Semarang-Kudus
SMK PGRI 2 Kudus
tanggal 4 Januari, bersama teman-teman naik elf jemput Bu Capri ke Bandara. Kita berangkat jam 6,, wah pagi banget ya. Iya karena banyak titik banjir di kudus dan semarang. Makanya kita berangkatnya di pagiin biar tepat waktu penjemputan di bandara.
Setelah ketemu bu Capri, kami langsung menuju ke SIS Semarang. Letaknya di sekitar tembalang di daerah perumahan elit. Udaranya sejuk untuk ukuran polusi di Semarang. Karena saya 7 tahun tinggal di semarang, udara di sana lebih sejuk hehehe. Sekolahnya bagus dan bersih, penataannya rapi. saya terkesan untuk pentaan ruangan di sekolah tersebut. Sepertinya sudah punya SOP bangunan sekolah SIS seperti itu semua modelnya. seperti sekolah di Astra dulu tempat saya bekerja, sekolah SD bentuk bangunannya sama semua. sekolah SIS yang saya kunjungi itu terdiri dari TK-SD-SMP. interior bangunannya bagus, desaign kelasnya hidup karena setiap kelas mempunyai identitas karakter kelas masing-masing. Contohnya di kelas TK, ada tempelan abjad huruf a,b,c, d dst yg mana itu adalah tahapan belajar anak 5-6 tahun. Meskipun tanpa di beri keterangan ruang, orang akan berfikir bahwa itu area anak usia 5-6 tahun.. matching.. didalam ruang dan tempat bermainpun disediakan wahana bermain indoor yg sangat baik.. pasti modal asetnya juga besar ya.. hehehe.
Di ruang SD, setiap meja kursi terlihat bersih, disana kita bisa membaca dengan melihat seperti apa anak2 yang ada di dalam kelas tersebut.. ya mereka g jail, sudah sadar kebersihan sejak usia SD.. dan jangan salah, kreativitas mereka untuk coret2 di salihkan ke media gambar, warna, dan kreasi lainya yang lebih bermanfaat untuk mereka dan sekolah. Setiap kelas mempunyai rak sepatu yang diatur rapi warna warni di depan kelas. Setiap ruangan dihias dengan rapi dan bersih. Eh ada ruangan a kusus untuk kesenian dan musik lhoo,, keren abis.. ada mini studio dalam 1 lorong kelas, alat intrumennya minimalis tapi lengkapp. mantab deh.
Untuk lorong kelas SMP saya menyoroti Lab IPa yang terpisah dengan ruangan preparation. Itu standar Lab Universitas banget. sedikit sekolah SMP/SMA yang seperti itu. Pemisahan itu sangat penting karena alat dan bahan Lab, terutama bahan kimia itu harus di kelompokkan sesuai tingkat bahayanya. Ada yg iritan, korosif, mudah terbakar dan lain2. Itu pun ada asisten lab yg bener2 konsen untuk me-manage ruangan tsb. Keren sekali ya. Dari situ kita bisa melihat kapasitas sekolah ini di posisi mana.
Lanjut ke SMK PGRI. Kami disambut diruangan kepala sekolah. Saya melihat masih sedang melakukan renovasi.. kesan pertama biasa saja,, seperti sekolah negeri pada umumnya. Tidak ada kesan mewah, elegan bahkan keren.. ngapain kita kesini, begitu pikirku.. tapi setelah masuk kitchennya,,, jederrrrr wahhhhh mewahhh,, dapur untuk praktek pastry nya mewahhh,, ruangan untuk demonstrasi memasaknya mantull,, kayak mini bisokop,, mewaahh.. Apalagi pas di tempat kafe,, berasa di cafe hotel bintang 4+.. pernah sih di tempat seperti itu,, tapi ini cafe/resto di sekolah lho.. wedyaann, keren banget ini.
Ya disana kami dipersilahkan incip-incip makan ya.. g cuma lihat aja, hehehe.. wahh dapat durian runtuh nih,, dah bisa belajar,, eh dapat service cafe mewah pula,, wkwkwkwk.
Sedikit mengorek info dari Pak Ridho guru SMK PGRI 2 Kudus yang juga wakasarpras, saya memahami bahwa itu adalah hasil kerjasama dari bakti pendidikan djarum founfation. Gede banget CSR pendidikannya,, acungan 4 jempol buat djarum yang menyulap fasilitas di SMK PGRI 2 kudus.. luarr biasa djarum foundationn. Siapa tau sekolah kita bisa dapat. Hehe.
Semoga sekolah kita bisa berkolaborasi dengan mitra yang bisa mensuport jadi lebih bagus lagi.. karena kolaborasi yang baik akan sangat mempercepat kemajuan. Salam sehat, luar biasa.


Good kak, kemitraan juga sangat diperlukan untuk mempercepat kemajuan
ReplyDeletePositf sekali jika djarum foundation bisa support SPSS,
ReplyDeleteSemoga ke depan ada lab ipa yang representatif untuk SPSS🙇♀️
ReplyDeletebanyak sekolah bagus yang bisa buat inspirasi kita untuk mengembangkan sekolah kita ya
ReplyDelete