Presentasi Buku Bacaan
Zoom meeting untuk hari rabu 18 Januari 2023 melaksanakan planning tentang mempresentasikan buku bacaan dari liburan bulan desember. Keren memang kalau banyak baca buku akan membuka luas jendela wawasan. Kalimat tersebut bukan hanya kata halu saja.. Tapi memang benar adanya dan sangat powerful mempengaruhi arah pandang dan perspektif terhadapa pola pikir dan cara pandang.
Kesempatan pertama untuk presentasi diberikan kepada Mr. Rozaq dengan judul negeri 5 menara. Penjelasan di paparkan melalui PPT. Dan teman-teman memberikan feedback dari presentasi Mr. Rozaq melalui penilaian. Berikut kriteria penilaiannya:
Slide pertama cover buku dan detailnya (5)
Slide ke dua penjelasan tokoh-tokoh penting (5)
Slide selanjutnya gambar -gambar sesuai alur cerita (jumlah slide isi certita bebas) (20)
Slide terakhir: Apa yang bisa diambil dari buku yang dibaca (20)
Tepat waktu (10)
Suara jelas, intonasi dan penekanan (10)
Mengerti dan memahami buku yang dibaca (10)
Membuat peserta aktif dan memperhatikan (20)
Untuk komentar dari cara Mr. Rozaq mempresentasikan dan bercerita, menurut saya melihat dari segi suara dan intonasi harus lebih dipercepat lagi cara berbicaranya. Karena audience itu sifatnya mudah ngantuk. Belajar dari konten kreator yang samgat laku dan terkenal, kebanyakn menggunakan cara berbicara cepat dan to the poin.
Selanjutnya, Mr. Arifin mempresentasikan buku berjudul Merindu Baginda Rosul. Mr. Arifin menjelaskan dengan baik dan runtut untur alur cerita dari isi buku tersebut. Jadi sebagai pendengar saya mampu memahami apa isi dalam buku tersebut. cerita tersebut bermula dari seorang anak beranama Rifa yang dibuang oleh kedua orang tua aslinya. Alangkah beruntungnya Rifa ditemukan oleh keluarga yang baik hingga Rifa beranjak sekolah. Di sekolah, Rifa adalah siswa terbaik dengan rangking 1. Rifa berjuang dan mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri. Sungguh perjuangan yang luar biasa dari anak yang tidak dibesarkan oleh orang tua kandung, namun mendapat cinta dan kasih yang cukup untuk menjadi anak hebat. keren ceritanya.
Saya memberikan penilaian yang cukup tinggi untuk kedua rekan kerja saya. Tapi Mr. Arifin saya nilai lebih baik karena memberikan presentasi yang baik pada audiens.
Dah ya ceritanya.. see you next Blog..

Bukan halu, tapi benar adanya & sangat powerfull dg membaca😊👍
ReplyDeleteTapi kita jangan terlalu baik memberiakn nilai pak hahaha
ReplyDelete