Training 1. Poin 5 karakter.
Awal pagi hari, coach Iwan sebagai instruktur senam, memimpin senam sekitar 15 menit. Kemudian kita istirahat dan makan sekitar 08.30-09.00. Lanjut jam 9, guru, coach, & karyawan mengikuti training dari Bu Capri di ruang kelas 7 sampai jam 12.00 WIB.
5 point penting dari karakter yang di jelaskan untuk training hari pertama :
1. Performer
Orang tipe performer dalam organisasi adalah orang yang tahu kemanakah organisasi /perusahaan akan dituju, dia mempunyai visi ke depan demi kemajuan perusahaan. Dia tahu apa yang harus dilakukan agar organisasi menuju kemajuan. Dalam bekerja dia bertanggung jawab apa yang telah terjadi dan mengakui bila terjadi kesalahan (tidak berkelit, atau menyalahkan orang lain). Performer memahami apa yang dibutuhkan organisasi, bukan sekedar apa yang perlu dilakukan. Dia mengantisipasi arah dan permasalahan yang akan dihadapi di masa depan. Beda diantara keduanya terutama pada awareness dalam memilih aktivitas yang impactfull.
2. Highly Effective Doer
Orang tipe HED mempunyai kemauan besar untuk berkerja, belajar dan melakukan perbaikan ke depan. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat ke depan orang tipe HED ini bisa menjadi Performer. Orang tipe HED ini punya kemampuan memecahkan masalah dan hambatan yang ada, pada level tertentu dapat mengambil keputusan untuk kemajuan perusahaan. Orang dengan HED sangat baik melaksanakan tugas tapi belum pintar dalam memilih prioritas mana-mana saja yang berdampak pada kemajuan perusahaan.
3. Less Effective Doer/LED
Orang dengan tipe ini kadang-kadang membantu dan melaksanakan tugas, akan tetapi tidak selalu. Kontribusinya sehari-hari tidak memberikan dampak signifikan kepada hasil keseluruhan dalam organisasi. Boleh dibilang keberadaan dan tidak adanya dia sama saja bagi organisasi. Orang dengan tipe ini mudah terdistraksi dengan melakukan hal-hal tidak berdampak seperti menggosip, bermain hape (gaming, mengecek notifikasi medsos dll). Adalah mereka yang merasa terpaksa berada di organisasi. Ibarat anak yang dipaksa sekolah, mereka adalah orang dewasa yang dipaksa bekerja. Karenanya bila siswa ogah-ogahan belajar, maka karyawan ogah-ogahan dalam bekerja.
4. Potential Problem Source /PTS (Orang dengan potensi bermasalah).
Dalam keseharian dia secara bergantian antara membantu dan merusak irama kerja organisasi. Keberadaan PTS ini membuat atasan serta organisasi membutuhkan usaha yang lebih keras dalam mencapai tujuan. PTS ini membuat sulit orang lain (performer, HED, LED) memprediksi apa yang akan dikerjakan ke depan, sehingga membuat orang lain habis energi mengatasinya. Energi ini seharusnya dapat digunakan untuk memberikan kontribusi positif, tapi habis untuk menangani orang ini.
5. Suppressive Person /SP (orang yang menghambat organisasi)
Orang SP ini selalu berusaha menghancurkan pelaksanaan sebuah organisasi dan selalu menyembunyikan perbuatannya dengan menyelimuti dengan wajah manis/tidak bermasalah. Orang ini selalu menghancurkan ide-ide yang dilontarkan orang lain tanpa memberikan solusi penggantinya. Berusaha menggembosi sesuatu yang telah diputuskan dalam rapat, tapi tidak berani kontra sebelum diputuskan. Tipe orang ini bila sampai tidak terdeteksi dalam perusahaan sangat berbahaya.
Kami bermain peran untuk setiap 5 kelompok, jadi kami memerankan 1 demonstrasi drama selama 2 menit yang bertema tentang tugas PR di sekolah. Pak Arifin berperan sebagai 1. Performer, 2. Highly Effective Doer Mas Heri, 3. Less Effective Doer/LED Pak Bayu, 4. Potential Problem Source /PTS Mas Yongki, 5. Suppressive Person /SP Coach Feri.
Seperti ini dramanya :
Awalnya Pak Arifin mengajak Mas Heri mengerjakan tugas dirumah Pak Arifin, sebagai 1.Performer Pak Arifin berinisiatif untuk mengajak semua teman-temannya aktif mengerjakan tugas namun feedback tidak sesuai harapan. Mas Heri sebagai 2.Highly Effective Doer juga aktif untuk mengajak teman-temannya bekerja kelompok, awal mulanya dia mengajak saya dengan semangat . Saya yang berperan sebagai 3.Less Effective Doer bermain hape ngegame, mengecek notifikasi medsos dll. merasa terpaksa berada pada kelompok tsb. Mas Yongki sebagai 4.Potential Problem Source /PTS yang mengganggu temanya untuk mengerjakan tugas, membuat keributan, jadi energi yang seharusnya dapat digunakan untuk mengerjakan tugas dan PR malah habis untuk menangani orang ini. Coach Feri yang memerankan 5. Suppressive Person dengan aktif mengajak dan mempengaruhi temn-temennya untuk g usah ngerjain tugas. Dia berkomplotan dengan mas Yongki untuk menghasut teman-teman, mendingan nongkrong aja katanya.
Semoga dengan training hari pertama ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Mampu mendeteksi tentang 5 poin dari karakter sebagai pembelajaran. Mampu memposisikan diri dengan karakter yang baik dalam organisasi.
eits belum selesai. jam 4 lanjut perjalanan ke rumah Pak Arifin,, Pak Arifin kan rumahnya baru jadi kita perlu tengok sama ngecek mie ayam bakso daerah njambean,, hahaha.. kenyang lah pokoknya. Terimakasih Pak Arifin.
ayo pak bayu termasuk tipe yang no berapa hehehe jangan 4 dan 5 ya
ReplyDeleteAyo pak bay gasss tipe 1,2
ReplyDeleteBerkembang dan belajar selalu yaa pak
ReplyDeleteAre you a performer?
ReplyDelete